23 December 2006

OPINI ORANG MUDA KATOLIK TENTANG SITUASI GEREJA, MASYARAKAT DAN ORANG MUDA KATOLIK DI KAJ (2003)


(Berdasarkan Kerangka Skenario Orang Muda KAJ 2012)


PENGANTAR
Dalam mendukung perencanaan, penyelenggaraan, tindak lanjut, dan evaluasi program-program K3AJ, Divisi Litbang K3AJ menyelenggarakan penelitian-penelitian. Salah satunya adalah penelitian opini OMK tentang situasi Gereja, masyarakat, dan OMK sendiri di KAJ pada tahun 2003. Penelitian itu menggunakan kerangka Skenario OMK KAJ 2012, yakni gambaran situasi Gereja, masyarakat, dan OMK di KAJ yang mungkin terjadi di masa depan (hingga tahun 2012). Kerangka Skenario OMK KAJ 2012 itu sendiri dihasilkan dalam sebuah workshop yang menggunakan metode scenario building, yang memetakan dan menggambarkan masa depan ke dalam 4 situasi yang mungkin terjadi.

Menurut Skenario OMK KAJ 2012, masa depan OMK KAJ ditentukan oleh 2 kekuatan penentu (critical driving forces), yakni Kebijakan Gereja KAJ (apakah cenderung partisipatif atau top-down) dan Kebijakan Pemerintah (apakah cenderung memihak rakyat atau memihak elit penguasa), serta 48 indikator situasi yang dipengaruhi oleh kedua kekuatan penentu tersebut. Masa depan paling indah terjadi jika Kebijakan Gereja KAJ cenderung partisipatif, Kebijakan Pemerintah cenderung memihak rakyat, dan 46 indikator situasi dipengaruhi secara positif oleh keduanya. Namun sebaliknya, masa depan paling suram terjadi jika Kebijakan Gereja KAJ cenderung top-down, Kebijakan pemerintah cenderung memihak elit penguasa, dan 46 indikator situasi terpengaruhi secara negatif oleh keduanya. Dua kemungkinan lain yang masih mungkin terjadi adalah jika Kebijakan Gereja KAJ cenderung partisipatif tapi Kebijakan Pemerintah cenderung memihak elit penguasa, atau sebaliknya, jika Kebijakan Gereja KAJ cenderung top-down, namun Kebijakan Pemerintah cenderung memihak rakyat.

Situasi masa depan tidak mungkin serta-merta atau tiba-tiba terjadi begitu saja, melainkan berproses dari waktu ke waktu, sejak saat masa depan itu dipikirkan. Artinya, perkembangan situasi dari masa kini menuju masa depan perlu dicermati, apakah mengarah pada terjadinya masa depan yang paling indah, atau justru yang paling suram, atau kemungkinan lain di antara keduanya?

Untuk itu pada 3 September – 16 Oktober 2003, Divisi Litbang K3AJ berusaha memetakan situasi saat itu menurut kerangka Skenario OMK KAJ 2012 (4 situasi) tersebut menurut opini OMK sendiri. Hasil yang ingin diperoleh dari penelitian itu adalah: apakah situasi saat ini cenderung mengarahkan kita menuju situasi paling indah, situasi paling suram, atau situasi di antara keduanya?

METODOLOGI
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survai deskriptif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 3 OMK sebagai responden di setiap paroki, sehingga terkumpul 165 responden dari 55 paroki. Selanjutnya data hasil penyebaran kuesioner dianalisis secara deskriptif, lalu diperdalam melalui wawancara dengan narasumber penanggap: Pastor Cornelius Fallo, SVD (Pastor Kepala Paroki St. Yosef-Matraman dan Moderator Kepemudaan Dekenat Jakarta Timur) dan Pasutri Bpk. Albertus Soetrimo Hardjo Sasmito-Ibu Christina Utaminingsing (Pasutri dari Paroki Salib Suci-Cilincing; memiliki 4 anak muda Katolik).

HASIL PENELITIAN
Menurut analisis data kuesioner, opini sebagian besar responden tentang 2 kekuatan penentu (critical driving forces) yakni Kebijakan Gereja KAJ cenderung top-down, sedangkan Kebijakan Pemerintah cenderung memihak elit penguasa. Jika hanya mempertimbangkan 2 indikator utama tersebut, maka situasi Gereja, masyarakat dan orang muda Katolik di KAJ pada tahun 2003 mengarahkan masa depan pada situasi kuadran 3, yakni masa depan paling suram.

Namun, jika mempertimbangkan keseluruhan indikator yang lain (46 indikator berikutnya) bisa ditarik kesimpulan bahwa situasi Gereja, masyarakat dan orang muda Katolik di KAJ pada tahun 2003 berada pada kuadran 2, dan bukannya kuadran 3. Kesimpulan ini didasari perhitungan skor 46 indikator cenderung mengarahkan situasi masa depan pada kuadran 2, yang ditandai dengan Kebijakan Gereja KAJ yang partisipatif namun Kebijakan Pemerintah memihak elit penguasa.

REKOMENDASI
Penelitian ini merekomendasikan sejumlah hal berikut.

Pertama, K3AJ perlu berupaya mempertahankan beberapa indikator yang sudah cenderung positif dan mengarahkan situasi pada masa depan yang cerah, yakni: sikap OMK terhadap kesetaraan jender dan pluralitas, kemampuan berpikir OMK dan pemahaman OMK tentang religiositas.

Kedua, K3AJ perlu memperhatikan beberapa indikator yang belum sepenuhnya mengarahkan masa depan yang paling baik bagi OMK, yakni: dampak globalisasi, dampak perkembangan iptek, situasi negara, kondisi perekonomian, relasi sosial antar kelas ekonomi, kebijakan pemerintah dalam sistem demokrasi, kesempatan kerja, sistem pendidikan nasional, kebebasan pers, peran masyarakat dalam pendidikan, peran masyarakat dalam demokratisasi, hubungan antar umat beragama, kharakter pendidikan iman Katolik, partisipasi umat dalam Gereja, kebijakan Hirarki Gereja, kebijakan Dewan Paroki, kemandirian umat dalam Gereja, dukungan Hirarki Gereja kepada OMK, dukungan Dewan Paroki kepada OMK, peran pemerintah terhadap aktivitas OK, sistem pendampingan OMK, kondisi keluarga Katolik, kondisi pendidikan keluarga, respon keluarga terhadap OMK, sikap OMK terhadap perkembangan jaman, interaksi OMK dengan gerakan prodemokrasi, respon OMK terhadap demokratisasi, tingkat partisipasi politik OMK, tingkat kepedulian OMK terhadap kondisi masyarakat, tingkat kesadaran hukum OMK, sikap OMK dalam relasi sosial, respon OMK terhadap arus informasi, kepedulian OMK dalam hidup menggereja, posisi tawar OMK terhadap kebijakan Gereja, penghargaan OMK terhadap pendidikan formal, relasi antar OMK, tingkat motivasi pelayanan OMK, orientasi pelayanan OMK, kesempatan OMK dalam mengembangkan diri, dan pemahaman OMK tentang spiritualitas. Maka, dalam perencanaan kerja di tahun-tahun mendatang, K3AJ perlu memikirkan strategi-strategi tertentu untuk mendorong perubahan kondisi indikator-indikator tersebut agar semakin positif/baik

Ketiga, K3AJ perlu memperhatikan beberapa indikator yang masih cenderung buruk, yakni: penerapan hukum dan gaya hidup OMK.

Keempat, perlu disadari bahwa ada indikator-indikator yang berada dalam lingkup eksternal K3AJ (di luar fokus utama K3AJ dalam pendampingan orang muda Katolik), ada pula yang berada dalam lingkup internal (di dalam fokus utama K3AJ). Untuk strategi perubahan indikator-indikator eksternal supaya mengarah ke kuadran 1, jelas K3AJ membutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak lain di luar konteks kepemudaan di KAJ. Sedangkan strategi perubahan indikator-indikator internal, K3AJ juga perlu bekerja sama dengan pihak-pihak lain di dalam konteks kepemudaan KAJ.

Keempat rekomendasi tersebut sudah disampaikan dalam Rapat Kerja K3AJ Tahun 2003. Namun, alangkah baiknya jika rekomendasi tersebut mendapatkan respon positif pula dari para pendamping OMK di paroki/dekenat dan di kelompok-kelompok kategorial termasuk kemahasiswaan.

TIM PENELITI
Felix Iwan Wijayanto, Johana Widya Retno, dan Nicolas Indra Nurpatria. (***)

1 comment:

campbelluehara said...

What is it like to gamble online in New Jersey? - Dr. Nerdly
In the states with legalized gambling, online gambling is 충주 출장안마 now legal, 속초 출장안마 legal, 충주 출장마사지 regulated, and is 영천 출장안마 now a major social activity. 광양 출장안마