Ringkasan Laporan Penelitian Arsip Program K3AJ Tahun 2000-2002
PENGANTAR
Dalam tahun 2000-2002, K3AJ telah menyelenggarakan sejumlah program dan aktivitas pendampingan OMK di KAJ, dan didokumentasikan dalam banyak arsip (proses dan materi program, daftar identitas peserta dan fasilitator program, reading materials atau bahan-bahan bacaan) program.
Kekayaan arsip tersebut berpotensi mendukung dan meningkatkan kualitas kerja K3AJ di masa mendatang. Maka, Divisi Litbang mengadakan Penelitian Arsip K3AJ, khususnya arsip-arsip tentang Data Peserta dan Fasilitator Program-program K3AJ dalam rentang waktu tahun 2000-2002.
KETERLIBATAN PESERTA dan FASILITATOR PROGRAM K3AJ
Dalam kurun waktu tahun 2000-2002, K3AJ telah melibatkan para peserta dalam 1143 kesempatan, dan melibatkan fasilitator dalam 345 kesempatan di berbagai program pendidikan dan pelatihan. Frekuensi keterlibatan peserta dan fasilitator tersebut mengalami peningkatan dan penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2000, frekuensi keterlibatan peserta 247 kali dan fasilitator 45 kali. Tahun 2001, keterlibatan peserta 609 kali dan fasilitator 171 kali. Tahun 2001, peserta 287 kali dan fasilitator 345 kali kesempatan.
Meskipun mengalami peningkatan (di tahun 2001) dan penurunan (di tahun 2002), namun angka rata-rata frekuensi keterlibatan peserta mengalami penurunan dari tahun ke tahun (2000-2002). Sebaliknya keterlibatan fasilitator mengalami peningkatan. Artinya, penambahan jumlah program tidak otomatis meningkatkan keterlibatan peserta, dan hanya meningkatkan frekuensi keterlibatan fasilitatornya.
JUMLAH PESERTA dan FASILITATOR PROGRAM
Jumlah peserta di setiap program berkisar pada 7 – 206 orang. Program dengan jumlah peserta terkecil (7 orang) adalah Studi dan Refleksi Budaya Damai dan Rekonsiliasi (SRBDR) 2002, sedangkan yang terbesar (206 orang) adalah Rekoleksi Gereja Memasyarakat (RGM) 2001.
Jumlah fasilitator di setiap program berkisar pada 2 – 32 orang. Program dengan jumlah fasilitator terkecil (2 orang) adalah Sosialisasi APP Orang Muda KAJ 2000, sedangkan yang terbesar (32 orang) adalah Rekoleksi Gereja Umat Basis (32 orang).
ASAL PESERTA dan FASILITATOR
Frekuensi keterlibatan peserta dan fasilitator terbesar dalam program-program K3AJ 2000-2002 berasal dari kategori paroki/stasi, yakni 950 kesempatan sebagai peserta dan 256 kesempatan sebagai fasilitator. Menyusul kemudian dari kelompok kategorial/organisasi/lembaga di KAJ (128 kesempatan sebagai peserta dan 79 kesempatan sebagai fasilitator) dan dari luar KAJ (65 kesempatan sebagai peserta dan 10 kesempatan sebagai fasilitator).
PAROKI ASAL PESERTA dan FASILITATOR
Secara umum, seluruh paroki KAJ (yang sudah terdaftar hingga September 2003) sudah pernah mengikutsertakan pesertanya dalam program-program K3AJ 2000-2002. Yang paling sering mengikutsertakan pesertanya adalah Paroki St. Maria De Fatima (Toasebio) dengan frekuensi 82 kali, sedangkan yang paling jarang adalah Paroki Stella Maris (Pluit) dengan frekuensi 1 kali. Hanya saja frekuensi keterlibatan peserta dari seluruh paroki tersebut belum merata.
Frekuensi keterlibatan fasilitator dari paroki berkisar pda frekuensi 1 – 21 kali kesempatan. Namun, belum semua paroki di KAJ pernah mengikutsertakan fasilitatornya dalam program-program K3AJ 2000-2002. Pada kurun waktu itu, K3AJ sama sekali belum pernah dilibati seorang fasilitator pun dari 15 paroki, yakni St. Alfonsus (Pademangan), St. Yohanes Bosco (Sunter Jaya), St. Antonius Padua (Bidaracina), St. Gabriel (Pulogebang), St. Yoseph (Matraman), Keluarga Kudus (Pasar Minggu), St. Maria Bunda Perantara (Cideng), Damai Kristus (Kampung Duri), St. Thomas Rasul (Bojong Indah), St. Andreas (Kedoya), St. Kristoforus (Grogol), Stella Maris (Pluit), Kristus Raja (Pejompongan), Kalvari (Lubang Buaya) dan St. Servatius (Kampung Sawah). Sedangkan paroki St. Monika (Serpong) belum pernah melibatkan fasilitatornya, namun stasi St. Helena sebagai bagian dari paroki tersebut pernah melibatkan fasilitatornya dalam frekuensi 21 kali kesempatan, sekaligus frekuensi terbesar di antara paroki/stasi yang lain.
DEKENAT ASAL PESERTA dan FASILITATOR
Dalam hitungan per dekenat, Tangerang memiliki frekuensi keterlibatan peserta maupun fasilitator tertinggi dibandingkan 7 dekenat yang lain, yakni 200 kesempatan sebagai peserta dan 80 kesempatan sebagai fasilitator. Sedangkan Jakarta Barat 2 dan Jakarta Pusat memiliki frekuensi terendah, yakni 67 kesempatan sebagai peserta dan 13 kesempatan sebagai fasilitator untuk dekenat Jakarta Barat 2, dan 69 kesempatan sebagai peserta dan 24 kesempatan sebagai fasilitator untuk dekenat Jakarta Pusat.
KETERLIBATAN PESERTA dan LAMANYA PROGRAM (HARI)
Dalam kurun waktu 2000-2002, K3AJ telah melaksanakan 25 program dengan durasi waktu pelaksanaan yang beragam, dari durasi terpendek 1 hari hingga durasi terpanjang 8 hari.
Sedangkan jumlah rata-rata keterlibatan peserta dikaitkan dengan durasi waktu pelaksanaan program adalah 93 orang peserta untuk program berdurasi 1 hari, 23 orang untuk program berdurasi 2 hari, 22 orang untuk durasi 3 hari, 41 orang untuk durasi 4 hari, dan 16 orang untuk durasi 8 hari. Sedangkan satu-satunya program dengan durasi 7 hari (SRBDR) hanya diikuti 7 peserta.
KETERLIBATAN PESERTA dan TEMA PROGRAM
Jika dikelompokkan menurut tema-tema program, K3AJ telah menyelenggarakan 4 program bertema “pemberdayaan OMK dalam komunitas basis”, 5 program bertema “pemberdayaan OMK dalam gerakan APP”, 4 program bertema “pemberdayaan pendamping dan fasilitator kepemudaan”, 3 program bertema “komunikasi sosial”, dan 9 program bertema “kepedulian OMK dalam hidup menggereja dan memasyarakat”.
Program-program bertema “pemberdayaan OMK dalam gerakan APP” telah dilibati peserta dengan frekuensi tertinggi, yakni 341 kesempatan, sedangkan program-program bertema “kepedulian OMK dalam hidup menggereja dan memasyarakat” dilibati fasilitator dengan frekuensi tertinggi, yakni 126 kesempatan. Program-program bertema “komunikasi sosial” dilibati peserta dengan frekuensi terendah, yakni 48 kesempatan, dan dilibati fasilitator dengan frekuensi terendah pula, yakni 40 kesempatan.
RASIO FASILITASI
Rasio Fasilitasi adalah perbandingan jumlah fasilitator dan peserta dalam satu program. Rasio fasilitasi rata-rata dari seluruh program K3AJ 2000-2002 adalah 1 : 4, yang berarti setiap fasilitator mendampingi 4 orang peserta.
REKOMENDASI
Berdasarkan penelitian tersebut, tim peneliti merekomendasikan:
Pertama, K3AJ perlu lebih analitis dan selektif dalam pemilihan dan penentuan jumlah program tiap tahun, karena penambahan jumlah program belum tentu meningkatkan frekuensi keterlibatan peserta. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari inefsiensi (tidak efisiennya) sumber daya K3AJ dalam manajemen program dikaitkan dengan tingkat layanan K3AJ.
Kedua, K3AJ perlu memikirkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan frekuensi keterlibatan peserta sekaligus pemerataannya di antara paroki-parki/stasi-stasi di KAJ.
Ketiga, K3AJ perlu memikirkan bagaimana cara memberi kesempatan kepada OMK untuk ikut serta dalam dinamika tim fasilitator program, mengingat masih adanya 15 paroki yang mengikutsertakan fasilitatornya.
Keempat, K3AJ perlu melanjutkan upaya memberi kesempatan kepada para peserta program untuk bergabung menjadi tim fasilitator program berikutnya, dan sebaliknya, memberi kesempatan kepada para fasilitator program untuk melibatkan diri sebagai peserta di program lain yang dirasa penting untuk lebih mengembangkan diri.
TIM PENELITI
Felix Iwan Wijayanto (koordinator), Monica Bernadeth Paath, Frederikus Sundoko, Regina Tri Setiowati, Philipus Daniel Tedjasendjaja. (***)
Dalam tahun 2000-2002, K3AJ telah menyelenggarakan sejumlah program dan aktivitas pendampingan OMK di KAJ, dan didokumentasikan dalam banyak arsip (proses dan materi program, daftar identitas peserta dan fasilitator program, reading materials atau bahan-bahan bacaan) program.
Kekayaan arsip tersebut berpotensi mendukung dan meningkatkan kualitas kerja K3AJ di masa mendatang. Maka, Divisi Litbang mengadakan Penelitian Arsip K3AJ, khususnya arsip-arsip tentang Data Peserta dan Fasilitator Program-program K3AJ dalam rentang waktu tahun 2000-2002.
KETERLIBATAN PESERTA dan FASILITATOR PROGRAM K3AJ
Dalam kurun waktu tahun 2000-2002, K3AJ telah melibatkan para peserta dalam 1143 kesempatan, dan melibatkan fasilitator dalam 345 kesempatan di berbagai program pendidikan dan pelatihan. Frekuensi keterlibatan peserta dan fasilitator tersebut mengalami peningkatan dan penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2000, frekuensi keterlibatan peserta 247 kali dan fasilitator 45 kali. Tahun 2001, keterlibatan peserta 609 kali dan fasilitator 171 kali. Tahun 2001, peserta 287 kali dan fasilitator 345 kali kesempatan.
Meskipun mengalami peningkatan (di tahun 2001) dan penurunan (di tahun 2002), namun angka rata-rata frekuensi keterlibatan peserta mengalami penurunan dari tahun ke tahun (2000-2002). Sebaliknya keterlibatan fasilitator mengalami peningkatan. Artinya, penambahan jumlah program tidak otomatis meningkatkan keterlibatan peserta, dan hanya meningkatkan frekuensi keterlibatan fasilitatornya.
JUMLAH PESERTA dan FASILITATOR PROGRAM
Jumlah peserta di setiap program berkisar pada 7 – 206 orang. Program dengan jumlah peserta terkecil (7 orang) adalah Studi dan Refleksi Budaya Damai dan Rekonsiliasi (SRBDR) 2002, sedangkan yang terbesar (206 orang) adalah Rekoleksi Gereja Memasyarakat (RGM) 2001.
Jumlah fasilitator di setiap program berkisar pada 2 – 32 orang. Program dengan jumlah fasilitator terkecil (2 orang) adalah Sosialisasi APP Orang Muda KAJ 2000, sedangkan yang terbesar (32 orang) adalah Rekoleksi Gereja Umat Basis (32 orang).
ASAL PESERTA dan FASILITATOR
Frekuensi keterlibatan peserta dan fasilitator terbesar dalam program-program K3AJ 2000-2002 berasal dari kategori paroki/stasi, yakni 950 kesempatan sebagai peserta dan 256 kesempatan sebagai fasilitator. Menyusul kemudian dari kelompok kategorial/organisasi/lembaga di KAJ (128 kesempatan sebagai peserta dan 79 kesempatan sebagai fasilitator) dan dari luar KAJ (65 kesempatan sebagai peserta dan 10 kesempatan sebagai fasilitator).
PAROKI ASAL PESERTA dan FASILITATOR
Secara umum, seluruh paroki KAJ (yang sudah terdaftar hingga September 2003) sudah pernah mengikutsertakan pesertanya dalam program-program K3AJ 2000-2002. Yang paling sering mengikutsertakan pesertanya adalah Paroki St. Maria De Fatima (Toasebio) dengan frekuensi 82 kali, sedangkan yang paling jarang adalah Paroki Stella Maris (Pluit) dengan frekuensi 1 kali. Hanya saja frekuensi keterlibatan peserta dari seluruh paroki tersebut belum merata.
Frekuensi keterlibatan fasilitator dari paroki berkisar pda frekuensi 1 – 21 kali kesempatan. Namun, belum semua paroki di KAJ pernah mengikutsertakan fasilitatornya dalam program-program K3AJ 2000-2002. Pada kurun waktu itu, K3AJ sama sekali belum pernah dilibati seorang fasilitator pun dari 15 paroki, yakni St. Alfonsus (Pademangan), St. Yohanes Bosco (Sunter Jaya), St. Antonius Padua (Bidaracina), St. Gabriel (Pulogebang), St. Yoseph (Matraman), Keluarga Kudus (Pasar Minggu), St. Maria Bunda Perantara (Cideng), Damai Kristus (Kampung Duri), St. Thomas Rasul (Bojong Indah), St. Andreas (Kedoya), St. Kristoforus (Grogol), Stella Maris (Pluit), Kristus Raja (Pejompongan), Kalvari (Lubang Buaya) dan St. Servatius (Kampung Sawah). Sedangkan paroki St. Monika (Serpong) belum pernah melibatkan fasilitatornya, namun stasi St. Helena sebagai bagian dari paroki tersebut pernah melibatkan fasilitatornya dalam frekuensi 21 kali kesempatan, sekaligus frekuensi terbesar di antara paroki/stasi yang lain.
DEKENAT ASAL PESERTA dan FASILITATOR
Dalam hitungan per dekenat, Tangerang memiliki frekuensi keterlibatan peserta maupun fasilitator tertinggi dibandingkan 7 dekenat yang lain, yakni 200 kesempatan sebagai peserta dan 80 kesempatan sebagai fasilitator. Sedangkan Jakarta Barat 2 dan Jakarta Pusat memiliki frekuensi terendah, yakni 67 kesempatan sebagai peserta dan 13 kesempatan sebagai fasilitator untuk dekenat Jakarta Barat 2, dan 69 kesempatan sebagai peserta dan 24 kesempatan sebagai fasilitator untuk dekenat Jakarta Pusat.
KETERLIBATAN PESERTA dan LAMANYA PROGRAM (HARI)
Dalam kurun waktu 2000-2002, K3AJ telah melaksanakan 25 program dengan durasi waktu pelaksanaan yang beragam, dari durasi terpendek 1 hari hingga durasi terpanjang 8 hari.
Sedangkan jumlah rata-rata keterlibatan peserta dikaitkan dengan durasi waktu pelaksanaan program adalah 93 orang peserta untuk program berdurasi 1 hari, 23 orang untuk program berdurasi 2 hari, 22 orang untuk durasi 3 hari, 41 orang untuk durasi 4 hari, dan 16 orang untuk durasi 8 hari. Sedangkan satu-satunya program dengan durasi 7 hari (SRBDR) hanya diikuti 7 peserta.
KETERLIBATAN PESERTA dan TEMA PROGRAM
Jika dikelompokkan menurut tema-tema program, K3AJ telah menyelenggarakan 4 program bertema “pemberdayaan OMK dalam komunitas basis”, 5 program bertema “pemberdayaan OMK dalam gerakan APP”, 4 program bertema “pemberdayaan pendamping dan fasilitator kepemudaan”, 3 program bertema “komunikasi sosial”, dan 9 program bertema “kepedulian OMK dalam hidup menggereja dan memasyarakat”.
Program-program bertema “pemberdayaan OMK dalam gerakan APP” telah dilibati peserta dengan frekuensi tertinggi, yakni 341 kesempatan, sedangkan program-program bertema “kepedulian OMK dalam hidup menggereja dan memasyarakat” dilibati fasilitator dengan frekuensi tertinggi, yakni 126 kesempatan. Program-program bertema “komunikasi sosial” dilibati peserta dengan frekuensi terendah, yakni 48 kesempatan, dan dilibati fasilitator dengan frekuensi terendah pula, yakni 40 kesempatan.
RASIO FASILITASI
Rasio Fasilitasi adalah perbandingan jumlah fasilitator dan peserta dalam satu program. Rasio fasilitasi rata-rata dari seluruh program K3AJ 2000-2002 adalah 1 : 4, yang berarti setiap fasilitator mendampingi 4 orang peserta.
REKOMENDASI
Berdasarkan penelitian tersebut, tim peneliti merekomendasikan:
Pertama, K3AJ perlu lebih analitis dan selektif dalam pemilihan dan penentuan jumlah program tiap tahun, karena penambahan jumlah program belum tentu meningkatkan frekuensi keterlibatan peserta. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari inefsiensi (tidak efisiennya) sumber daya K3AJ dalam manajemen program dikaitkan dengan tingkat layanan K3AJ.
Kedua, K3AJ perlu memikirkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan frekuensi keterlibatan peserta sekaligus pemerataannya di antara paroki-parki/stasi-stasi di KAJ.
Ketiga, K3AJ perlu memikirkan bagaimana cara memberi kesempatan kepada OMK untuk ikut serta dalam dinamika tim fasilitator program, mengingat masih adanya 15 paroki yang mengikutsertakan fasilitatornya.
Keempat, K3AJ perlu melanjutkan upaya memberi kesempatan kepada para peserta program untuk bergabung menjadi tim fasilitator program berikutnya, dan sebaliknya, memberi kesempatan kepada para fasilitator program untuk melibatkan diri sebagai peserta di program lain yang dirasa penting untuk lebih mengembangkan diri.
TIM PENELITI
Felix Iwan Wijayanto (koordinator), Monica Bernadeth Paath, Frederikus Sundoko, Regina Tri Setiowati, Philipus Daniel Tedjasendjaja. (***)
No comments:
Post a Comment