23 December 2006

KEBUTUHAN VOLUNTEER K3AJ (2005)


Ringkasan Laporan Volunteers’ Need Assesment (VoNA)


Volunteer (bhs. Inggris) atau relawan K3AJ diadakan sejak tahun 2000, berawal dari program Sosialisasi Aksi Puasa Pembangunan (APP) Orang Muda Katolik (OMK) di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Pada waktu itu, K3AJ mengundang partisipasi sejumlah OMK dari berbagai latar belakang paroki/kelompok, untuk mengelola program tersebut. Karena mereka berada di luar Pengurus K3AJ yang diangkat Bapak Uskup, untuk sementara mereka disebut sebagai kelompok pedukung (supporting group)-nya K3AJ. Karena begitu besarnya dampak positif dari keterlibatan mereka, maka K3AJ semakin luas membuka keterlibatan OMK dalam program-program lain. Pada kegiatan Perayaan Yubileum OMK KAJ 2000, jumlah OMK yang terlibat sebagai panitia lebih dari 250 orang. Pada kegiatan itulah OMK yang terlibat dalam program/kegiatan K3AJ disebut relawan atau lebih biasa disebut volunteer.

Pada Rapat Kerja di bulan Oktober 2004, K3AJ merasakan bahwa setelah lebih dari 4 tahun volunteer terlibat dan mendukung tugas-tugasnya, banyak kebutuhan volunteer belum terwadahi oleh K3AJ sendiri. Untuk itu Raker memberi mandat kepada Divisi Litbang untuk mengadakan penelitian tentang kebutuhan volunteer (volunteers’ need assesment/VoNA) pada tahun 2005. VoNA dilakukan dengan metode focus group discussion (FGD), melibatkan beberapa volunteer K3AJ sebagai informan.

Tulisan ini merupakan ringkasan laporan VoNA 2005, yang menggambarkan awal mula keterlibatan OMK menjadi volunteer K3AJ, motivasi atau sesuatu yang mendorong mereka bergabung menjadi volunteer, dan kebutuhan, keprihatinan, serta harapan-harapan mereka.

AWAL MULA MENJADI VOLUNTEER
Menurut para informan, awal mula mereka bergabung menjadi volunteer adalah karena diajak/ dibujuk, ditawari atau diundang untuk terlibat mengelola program-program K3AJ. Ada pula yang merasa “terjebak” karena merasa harus bertanggung jawab mengadakan tindak lanjut (follow-up) program (lokakarya, workshop, raker, dll.). Namun ada pula yang tertarik bergabung setelah membaca brosur tentang kegiatan K3AJ yang membuka partisipasi OMK sebagai volunteer.

MOTIVASI MENJADI VOLUNTEER
Ada banyak motivasi atau sesuatu yang mendorong para informan bergabung menjadi volunteer. Sebagian besar mengaku karena memang tertarik untuk membantu K3AJ dalam mengelola program-programnya. Sebagian lain suka dengan suasana dan tantangan yang terjadi dalam dinamika K3AJ sehari-hari. Ada pula yang ingin mengetahui lebih banyak tentang K3AJ, ditambah lagi minat yang besar dalam berorganisasi.

Selain itu, mereka tertarik adanya rasa memiliki (sense of belonging) dan kepedulian terhadap keberlangsungan kegiatan-kegiatan K3AJ yang muncul dalam diri volunteer yang sudah bergabung terlebih dahulu. Bahkan ada pula yang terobsesi untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan K3AJ yang sudah ada, selain karena adanya keprihatinan dan kepedulian untuk berbuat terhadap orang lain, khususnya OMK di KAJ.

Selain motivasi itu, para informan menangkap adanya daya tarik tertentu dari K3AJ, sehingga mendorong mereka bergabung menjadi volunteer di dalamnya. Misalnya, mereka menilai gerakan K3AJ mempunyai orientasi dan tujuan yang jelas, materi kegiatannya menarik (seperti melakukan olah pikir), adanya kegiatan atau program yang berkelanjutan (follow-up), dan adanya suasana komunitas yang sangat akrab dan dekat di antara volunteer, pengurus, dan staf K3AJ. Namun, ada pula yang justru tertarik oleh adanya keterbatasan ditemui dalam K3AJ, misalnya keterbatasan sistem komunikasi dan teknologi informasinya, sehingga mendorongnya untuk ikut mengembangkannya.

Mengapa hal-hal tersebut menjadi daya tarik? Tentunya tak lepas dari kondisi OMK dan komunitas lain di luar K3AJ yang mereka bandingkan.

Sebagian dari para informan tersebut sudah terlibat lebih dahulu di Komunitas Mahasiswa Katolik (KMK) di kampus dan Mudika atau kelompok kategorial. Menurut mereka, belum ada wadah organisasi di paroki/basis yang mempunyai tujuan dan orientasi yang jelas seperti di K3AJ. Ada pula yang menilai kegiatan-kegiatan OMK di lingkungan, wilayah, dan paroki cenderung hanya bersenang-senang, atau paling-paling bersifat karitatif (charity) dan ritual. Ditambah lagi masih adanya sikap apatis (tidak peduli dan tidak mau tahu kondisi sekitarnya) dan hubungan yang terkotak-kotak di antara anggotanya masih terbangun. Itulah mengapa bergabung menjadi volunteer di K3AJ memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka.

MANFAAT yang DIPEROLEH sebagai VOLUNTEER
Bergabung menjadi volunteer di K3AJ ternyata mendatangkan beberapa manfaat. Menurut informan, selama menjadi volunteer, mereka merasakan berkembangnya wawasan organisasi, kepribadian, tingkat kebebasan, dan daya kritis. Mereka juga mengalami perubahan cara bertindak baik terhadap diri maupun lingkungan menjadi semakin baik, dapat meninggalkan masa hura-hura dengan mengkritisi diri sendiri dan lingkungan, terbantu dalam menanggapi kebutuhan dunia kerja, dan mengalami perubahan paradigma (cara pandang) tentang nilai-nilai kehidupan.

Mereka juga menemukan ajang untuk bertemu banyak orang dan bisa saling sharing pengalaman. Dari sharing pengalaman itu pola pikir mereka terbentuk secara lebih positif. Pendek kata, komunitas volunteer K3AJ merupakan tempat pembelajaran dan aktualisasi diri, bahkan rumah kedua yang cukup positif bagi mereka.

KEBUTUHAN VOLUNTEER
Menurut para informan, mereka (sebagai volunteer) masih membutuhkan penyegaran, lebih-lebih yang menyangkut soal suasana dan relasi antar volunteer. Penyegaran suasana dan relasi tersebut bisa diadakan misalnya dengan pertemuan rutin yang serius tapi santai, tidak hanya membicarakan program, namun bisa menyatukan volunteer tanpa harus terlepas dari tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian rasa persaudaraan yang dekat, saling meneguhkan/menguatkan, dan saling belajar memahami orang lain (khususnya volunteer yang baru bergabung) bisa dipertahankan di antara volunteer.

Volunteer juga membutuhkan kemampuan untuk menyerap nilai-nilai yang dibangun di K3AJ, kemudian mampu menerapkannya di komunitas lain (misalnya Mudika) dan di lingkungan keluarga masing-masing. Sehingga, kesibukan mereka mengelola kegiatan di K3AJ tidak membuat mereka melupakan tanggung jawab mereka di lingkungan lain, maupun tanggung jawab mereka untuk bisa mengurusi kehidupan pribadi mereka sendiri.

Mereka juga membutuhkan kenyamanan dalam menyelenggarakan kegiatan di K3AJ. Hal ini muncul atas dasar pengalaman bahwa dalam membuat suatu acara, volunteer yang merencanakan dan menyelenggarakannya (sebagai panitia), tapi mereka justru merasa tidak nyaman dalam acara itu.

KEPRIHATINAN VOLUNTEER
Selain merasakan adanya sejumlah kebutuhan, para informan juga merasakan adanya sejumlah keprihatinan dalam diri volunteer K3AJ. Mereka melihat terjadinya krisis integritas di dalam diri mereka sebagai volunteer. Hal ini ditunjukkan oleh adanya pertimbangan demi gengsi atau kepentingan pribadi yang ingin dicapai dalam berkegiatan di K3AJ. Di sisi lain, mereka juga melihat kualitas sebagian volunteer mengalami kemacetan (stagnasi) atau tidak berkembang. Hal ini ditunjukkan oleh kurangnya daya kritis, terlebih volunteer yang baru bergabung.

Mereka juga menangkap indikasi (tanda-tanda) adanya kebosanan di antara volunteer dan kurang terbangunnya hubungan manusiawi antar volunteer (seperti sopan-santun dan empati terhadap orang lain). Hal ini mungkin disebabkan banyak volunteer “terjebak” dalam kegiatan divisi/program dan kurang mau membangun relasi dengan sesama volunteer lain.

Selain prihatin pada kondisi mereka sendiri sebagai volunteer, mereka juga prihatin pada kondisi K3AJ, misalnya gagasan dan nilai-nilai yang dibangun oleh K3AJ terlalu “di awang-awang” dan kurang ditangkap secara konkret oleh banyak OMK di paroki, kurangnya regenerasi pengurus, hanya terjadi perbaikan sistem tapi bukan pengembangan sistem, semakin sulit mempertahankan keterlibatan volunteer di K3AJ, turunnya semangat kekeluargaan, dan munculnya kesan terkotak-kotak dengan adanya empat divisi.

Namun selain itu semua, mereka juga menyerap adanya keprihatinan yang sifatnya kasuistik (tidak terjadi secara umum, namun hanya dialami beberapa volunteer saja). Misalnya, ada volunteer yang semakin giat berpikir dan bekerja untuk K3AJ, tapi tidak mau berpikir untuk hal-hal lainnya di luar itu. Ada pula volunteer yang setelah terlibat di K3AJ justru menjadi individualis atau kurang bergaul.

HARAPAN VOLUNTEER
Sebagai volunteer K3AJ, para informan memiliki sejumlah harapan, yakni semakin banyaknya OMK yang terpanggil untuk melayani dan berbuat untuk sesama, khususnya untuk OMK, dan berkesempatan bergabung sebagai volunteer K3AJ seperti mereka, sehingga mampu diri sendiri melalui keterlibatan mereka itu (self-developing). Mereka juga berharap K3AJ mampu membangun sebuah sistem yang bisa mempermudah OMK untuk mengakses data dan melakukan pertukaran informasi, serta semakin efektif dalam mempromosikan program-programnya ke paroki-paroki.


Akhirnya, mereka berahrap agar gerakan volunteer tidak terbatas di dalam Gereja, seperti mudika di paroki, melainkan mampu menanggapi keprihatinan masyarakat yang lebih luas. (***)

1 comment:

Anonymous said...

Casino Roll: Play and win | Casino Roll
Casino Roll is the ultimate guide to 먹튀 신고 gambling online ㅅ ㅇㅌ 추천 and mobile with new 넷마블 포커 and exciting games to play. The casino offers hundreds of ways to 888 스포츠 win, 슬롯머신 게임