53,4% OMK di KAJ merasa kurang mendapat kesempatan terlibat dalam urusan Gereja.
(Survai Permasalahan OMK KAJ - Divisi Litbang K3AJ, 2006)
Masalah semacam itulah yang sering dikeluhkan banyak OMK di paroki-paroki KAJ. Sebagai ilustrasi, OMK lebih sering diberi “jatah” mengelola parkir, tapi kurang diperhitungkan gagasan mereka dalam rapat Dewan Paroki. Dalam kegiatan-kegiatan umat pun, OMK lebih sering ditugasi menangani hal-hal teknis (seperti dekorasi dan perlengkapan) daripada dilibatkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan Gereja.
Bagaimana menyikapi masalah ini?
Sepetinya K3AJ dan para pendamping OMK KAJ harus berusaha mempengaruhi pimpinan Gereja (imam, dewan paroki, tokoh-tokoh umat) untuk mencermati dan mempertimbangkan potensi/talenta yang dimiliki OMK lalu melibatkan mereka dalam pengelolaan Gereja, dalam lingkup tanggung jawab yang sepadan dengan potensi/talenta sekaligus tingkat kemampuan mereka. Namun, selain itu perlu juga mendorong OMK untuk melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan talenta/potensi diri dalam bidang kepemimpinan Kristiani, pengelolaan dan pemberdayaan komunitas basis, kaderisasi pendamping OMK/umat, relawan karya Gereja dan masyarakat, dan sebagainya.
Sepetinya K3AJ dan para pendamping OMK KAJ harus berusaha mempengaruhi pimpinan Gereja (imam, dewan paroki, tokoh-tokoh umat) untuk mencermati dan mempertimbangkan potensi/talenta yang dimiliki OMK lalu melibatkan mereka dalam pengelolaan Gereja, dalam lingkup tanggung jawab yang sepadan dengan potensi/talenta sekaligus tingkat kemampuan mereka. Namun, selain itu perlu juga mendorong OMK untuk melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan talenta/potensi diri dalam bidang kepemimpinan Kristiani, pengelolaan dan pemberdayaan komunitas basis, kaderisasi pendamping OMK/umat, relawan karya Gereja dan masyarakat, dan sebagainya.
No comments:
Post a Comment